Cerpen Kontemplatif
Velland, Sang Bintang Panggung Fera Andriani Djakfar "Jangan tunggu lama-lama, nanti lama-lama..." Penyanyi itu mengarahkan mic ke arah penonton. "Aku diambil oraaang...!!" Teriak penonton dengan histeris. Namanya berkilau di layar-layar gawai, di poster-poster digital, dan di bibir para penggemar. Suaranya terdengar di mana-mana, merdu, powerful, sejenak mengalihkan telinga dari hiruk pikuk berita buruknya dunia. Dia digadang-gadang sebagai legenda baru dalam dunia dangdut. Velland namanya. Meski hanya runner-up dalam kompetisi dangdut paling bergengsi di negeri ini, namanya justru melesat melampaui juara pertama. Orang-orang menyukainya bukan semata karena suara emasnya, melainkan karena keseluruhan dirinya: multi talenta, rendah hati, sopan dalam tutur, dan dikenal rajin beribadah. Sesuatu yang nyaris langka di dunia entertainment yang identik dengan gemerlap duniawi. Dalam setiap wawancara, Velland selalu menjawab dengan sopan, tidak malu menyebut ...